JUAL PRODUK TIENS ( PENINGGI BADAN, PELANGSING, PENGGEMUK, MASKER SPIRULINA, PEMBESAR PAYUDARA MHCA )

Category: Masalah Kewanitaan (Page 1 of 2)

Apakah penyakit kista, miom, PCO, PCOS, dan endometriosis dapat disembuhkan?

Apakah penyakit kista, miom, PCO, PCOS, dan endometriosis dapat disembuhkan? Ini adalah penyakit yang diwaspadai para wanita. Simak penjelasannya disini.

Apakah penyakit kista, miom, pco, pcos, dan endometriosis dapat disembuhkan?

Anda khususnya wanita, penting untuk senantiasa merawat area kewanitaan Anda. Baik itu dari kebersihan dan kesehatannya. Pastikan apakah siklus haid/menstruasi Anda setiap bulannya teratur. Bila siklus haid Anda dirasa tidak normal, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter.

Jika Anda kurang menjaga kebersihan dan kesehatan organ kewanitaan Anda, bahaya penyakit seperti kista, miom, pco, pcos, dan endometriosis dapat menjadi ancaman. Karena penyakit-penyakit tersebut menyerang bagian kewanitaan Anda khususnya rahim. Lalu penyakit kista, miom, PCO, PCOS, dan endometriosis dapat disembuhkan? Jangan panik dulu. Simak faktanya dibawah ini.

Apakah penyakit kista, miom, PCO, PCOS, dan endometriosis dapat disembuhkan?

Semua penyakit yang ada di dunia ini pasti ada obatnya. Baik itu yang sudah ditemukan maupun masih dalam penelitian. Termasuk penyakit-penyakit yang menyerang organ kewanitaan berikut ini. Kista, miom, PCO, PCOS, dan endometriosis.

Jika Anda mengidap salah satu penyakit ini, tak perlu panik. Sebelum jangka panjang, Anda dapat melakukan pengobatan sebelum makin parah. Mari kita ulas satu persatu, dilansir dari hellosehat.com.

1. Kista

Penyakit kista adalah munculnya suatu benjolan yang berisi cairan. Ada yang ukurannya sebesar biji jagung, sampai membesar jika tidak langsung ditindaklanjuti. Kista adalah tumor jinak alias bukan kanker, maka penyakit kista tidak berbahaya. Umumnya, penyakit kista tidak menimbulkan gejala apapun. Namun, bila dibiarkan berkembang lebih besar dapat menjadi parah. Serta kista ini akan berbahaya jika muncul di bagian kewanitaan Anda. Yang lebih dikenal sebagai kista ovarium.

Dalam beberapa kasus, kista dapat hilang dengan sendirinya. Untuk mempercepat proses penyembuhan, Anda dapat mengompres kista dengan air hangat. Cara ini dapat membantu menguras kista dan menghilangkannya lebih cepat. Jangan sekali-kali memencet benjolan kista, karena hal ini dapat menyebabkan infeksi. Jika kista Anda dirasa semakin membesar, segera periksakan diri ke dokter.

2. Miom

Apakah penyakit kista, miom, pco, pcos, dan endometriosis dapat disembuhkan?

Tidak sedikit yang beranggapan kalau miom dan kista itu sama. Padahal berbeda. Uterine fibroid atau miom adalah benjolan atau tumor jinak yang tumbuh di rahim. Miom dapat tumbuh di dinding rahim bagian dalam maupun bagian luar. Sedangkan kista biasanya tumbuh di bagian luar kewanitaan.

Seorang wanita yang mengalami miom dapat memiliki lebih dari satu buah tumor di dalam rahimnya. Jika Anda merasakan darah haid yang banyak dan berlangsung lebih dari seminggu, nyeri perut bagian bawah, dan sering buang air kecil, kemungkinan besar ada miom di rahim Anda.

Hanya ada satu kesamaan antara kista dan miom, yaitu pengobatannya. Miom umumnya akan hilang dengan sendirinya setelah diberikan sejumlah pengobatan seperti kista. Namun bila makin parah, Anda perlu melakukan terapi hormon untuk mencegah perkembangan miom dan meredakan gejalanya, atau tindakan operasi untuk mengangkat miom.

3. PCO dan PCOS

Apakah penyakit kista, miom, pco, pcos, dan endometriosis dapat disembuhkan?

Dilihat dari namanya, banyak yang menganggap kedua penyakit ini sama. Padahal ada sejumlah perbedaannya.

PCO (polycystic ovaries) adalah adanya kantung-kantung berisi cairan di dalam ovarium. Kebanyakan PCO terjadi secara alami sebagai akibat dari siklus haid normal (kista fungsional) dan selama tahun-tahun persalinan. Biasanya, PCO tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa bulan, tanpa perlu tindakan dokter.

Sedangkan PCOS (Polycystic Ovary Syndrome) adalah kondisi metabolisme (hormonal) di mana ovarium memiliki jumlah folikel yang besar dan abnormal. Folikel ini tidak berbahaya, tetapi mereka dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon yang sering mengakibatkan beberapa masalah. Seperti haid yang tidak teratur atau tidak ada siklus sama sekali, kenaikan berat badan, sulit hamil, rambut tubuh berlebihan, dan muncul jerawat atau kulit berminyak.

Perbedaan yang sangat terlihat dari kedua penyakit ini adalah, PCO bukan penyakit, sedangkan PCOS adalah kondisi metabolisme. Perempuan dengan PCOS harus mewaspadai risiko terkait yang mungkin termasuk: diabetes, komplikasi kehamilan (misalnya diabetes gestasional), penyakit kardiovaskular, obesitas dan kanker endometrium. Sementara perempuan dengan PCO tidak memiliki resiko yang serupa.

Jika Anda ingin melakukan program hamil tetapi didiagnosa PCO, Anda masih dapat melakukannya. Namun beda halnya jika Anda didiagnosa PCOS. Karena perempuan dengan PCOS beresiko keguguran yang lebih tinggi. Jadi, diperlukan perhatian khusus dari dokter saat melakukan program hamil.

4. Endometriosis

Apakah penyakit kista, miom, pco, pcos, dan endometriosis dapat disembuhkan?

Endometriosis adalah penyakit yang menyerang perut bagian bawah pada wanita. Ini terjadi karena jenis jaringan yang biasanya melapisi bagian dalam rahim (endometrium) malah tumbuh juga di bagian luarnya. Gejala utama yang muncul adalah rasa nyeri pada perut bagian bawah. Gejala ini sering bertambah parah terutama pada saat menstruasi atau saat melakukan hubungan seksual.

Sebelum makin parah, Anda dapat melakukan tindakan pencegahan. Mulai dari yang paling sederhana dulu seperti perbanyak makan buah dan sayur, menghindari makanan yang dapat menyebabkan peradangan, seperti makanan olahan, produk susu,dan gula.

Hindari juga stres. Gejala endometriosis dapat menjadi lebih berat bila seseorang merasa stres. Cobalah menggunakan teknik relaksasi yang dapat membantu Anda untuk fokus pada hal-hal yang menenangkan sehingga bisa mengurangi produksi hormon stres. Teknik relaksasi yang dapat Anda coba dengan mudah adalah menarik napas dalam melalui hidung, kemudian keluarkan perlahan lewat mulut.

Demikianlah definisi dan pengobatan yang bisa Anda lakukan Apakah penyakit kista, miom, pco, pcos, dan endometriosis dapat disembuhkan. Semoga informasi ini membuat Anda semakin waspada dan bermanfaat.

Waspada penyakit yang akan mengintai bila siklus haid tidak teratur

Bagi wanita, jangan sepelekan siklus haid yang tidak teratur. Waspada penyakit yang akan mengintai bila siklus haid tidak teratur.

Waspada penyakit yang akan mengintai bila siklus haid tidak teratur

Fenomena haid atau menstruasi adalah proses alami yang pasti akan dialami oleh seluruh wanita di dunia ini. Biasanya terjadi dalam 21-35 hari sekali. Bagaimana dengan Anda, apakah siklus haid Anda teratur setiap bulannya?

Umumnya masa haid atau menstruasi wanita terjadi selama 3-10 hari dalam sebulan. Itu termasuk masa haid yang normal. Namun apabila masa haid Anda tak bisa ditebak kapan datangnya dan tidak terjadi dalam kurun waktu 21-35 hari seperti normalnya, ada kemungkinan kalau siklus haid Anda tidak normal atau tidak teratur.

Jangan sepelekan siklus haid Anda apabila terjadi lebih dari 2x dalam sebulan. Waspada penyakit yang akan mengintai bila siklus haid tidak teratur.

Waspada penyakit yang akan mengintai bila siklus haid tidak teratur

Waspada penyakit yang akan mengintai bila siklus haid tidak teratur

Sebelumnya Anda perlu mengetahui penyebab siklus haid yang tidak normal/teratur.

Melansir parenting.orami.co.id, hal-hal dibawah ini merupakan penyebab umum siklus haid yang tidak teratur:

1. Stres

Proses ovulasi yang harusnya terjadi saat hendak haid akan tersendat jika Anda sedang stres. Stres menyebabkan terganggunya hormon seks seperti estrogen. Juga, tingkat hormon perangsang folikel (FSH) dan hormon Luteinizing (LH) menurun. Ini mencegah pembentukan lapisan rahim yang membuat proses haid Anda menjadi terhambat.

2. Penggunaan Pil KB. 

Sebagian besar pil KB mengandung kombinasi hormon estrogen dan progestin (beberapa hanya mengandung progestin saja). Pil ini dapat mencegah kehamilan dengan cara menjaga ocarium untuk tidak melepaskan sel telur. Sehingga, saat Anda mengonsumsi atau berhenti mengonsumsinya, itulah yang menyebabkan haid Anda menjadi tak teratur atau sulit diprediksi kedatangannya.

3. Polip rahim

Polip rahim adalah pertumbuhan jaringan yang tidak normal pada dinding rahim yang bersifat non kanker atau disebut tumor. Tumor ini bisa beragam ukurannya, mulai dari sebesar biji apel hingga sebesar jeruk bali, dan dapat menimbulkan perdarahan serta rasa sakit dalam periode tertentu.

4. Endometriosis

Endometriosis adalah kondisi jaringan yang membentuk lapisan dalam dinding rahim tumbuh di luar rahim. Hal ini dapat menyebabkan perdarahan yang tidak normal, kram atau nyeri sebelum dan selama menstruasi, dan hubungan seksual yang menyakitkan.

5. Radang panggul (PID

Pelvic Inflammatory Disease (PID) adalah infeksi bakteri yang memengaruhi sistem reproduksi wanita. Gejala PID yang biasanya terjadi adalah keputihan secara terus menerus, menstruasi yang tidak teratur, nyeri di daerah panggul dan perut bagian bawah, demam, mual, muntah, atau diare.

Waspada penyakit yang akan mengintai bila siklus haid tidak teratur

Setelah mengetahui penyebabnya, tentu Anda dapat menjadi lebih waspada bila siklus haid Anda dirasa tidak teratur. Karena tak sedikit juga wanita yang khawatir dengan siklus haidnya yang tidak teratur karena penyakit yang akan mengintai seperti dibawah ini:

1. Kista Ovarium

Kista adalah tumor jinak yang berisi cairan kental, yang biasanya ditemui pada organ reproduksi wanita. Ukurannya dapat bermacam – macam tergantung tingkat keparahannya. Kista ini akan menyebabkan rasa nyeri yang luar biasa jika ukurannya sudah membesar. Jalan satu – satunya adalah dengan melakukan operasi.

2. Berkurangnya tingkat kesuburan

Hal ini bisa terjadi dikarenakan ovulasi pada organ reproduksi tidak terjadi dengan sempurna sehingga akan mengakibatkan kesulitan untuk mendapatkan anak.

3. Kanker rahim

Kanker rahim biasanya diawali dengan siklus haid yang tidak teratur. Sebagian besar wanita yang menderita kanker rahim ini adalah karena dampak siklus haid yang tidak teratur. Pada wanita yang belum mengalami menopause, kanker ini turut menyebabkan pendarahan di luar siklus haid. Tapi Anda tidak perlu panik. Anda dapat melakukan deteksi kanker sejak dini dengan pap smear minimal satu kali dalam setahun. Pap smear berguna untuk mengetahui dan mencegah penyakit yang terjadi pada organ reproduksi wanita.

4. Sindrom Ovarium Polilistik

Sesuai namanya, sindrom ovarium polikistik adalah penyakit yang terdapat pada rahim, yang dapat mengurangi tingkat kesuburan. Gejalanya adalah jumlah darah yang sedikit dan perubahan gejala fisik seperti tumbuhnya bulu yang lebat, wajah berminyak dan sering berjerawat. Hal ini disebabkan karena meningkatnya hormon androgen (dikenal sebagai hormon perkembangan pria) dalam tubuh wanita.

5. Anemia parah

Anemia adalah kondisi dimana kadar hemoglobin dalam darah rendah. Kondisi ini bisa memberikan efek yang lebih jauh dari sekedar tubuh mudah merasa lelah.

Menurut Daniel R. Spogen, MD dari Univ. of Nevada School of Medicine, Amerika, memiliki siklus yang tidak teratur tidaklah berbahaya. Namun, jika sudah termasuk dalam golongan yang berat sebaiknya Anda berkonsultasi pada dokter. “Menstruasi yang tidak teratur dan sangat berat dapat menyebabkan darah rendah atau anemia,” jelas Daniel.

Demikianlah penyebab mengapa siklus haid yang tidak teratur menjadi hal yang menakutkan bagi setiap wanita yang mengalaminya. Semoga dengan informasi ini Anda menjadi lebih waspada dan dapat melakukan tindakan pencegahan. Salam sehat Tiens!

Benarkah Hormon Dapat Mempengaruhi Kelancaran Menstruasi?

Benarkah Hormon Dapat Mempengaruhi Kelancaran Menstruasi? – Ternyata seperti ini penjelasannya, simak yuk.

Datang bulan bagi wanita memang hal yang normal terjadi setiap bulannya. Namun, bagaimana jika wanita mengalami siklus haid yang tidak normal? Apa saja penyebabnya, dan apakah hormon yang tidak seimbang termasuk salah satunya?

Benarkah Hormon Dapat Mempengaruhi Kelancaran Menstruasi?

Perlu anda ketahui bahwa memang benar hormon dan menstruasi saling berkaitan. Jika terjadi ketidakseimbangan hormon dalam tubuh, maka bisa menyebabkan siklus menstruasi yang terganggu.

Dilansir dari laman hellosehat.com menyatakan bahwa menstruasi bisa menjadi tidak teratur jika hormon tidak seimbang. Contohnya seperti adanya kelainan kelenjar tiroid yang bisa menyebabkan menstruasi tidak teratur jika tingkat hormon tiroid dalam darah menjadi terlalu rendah atau tinggi.

Adapula pernyataan yang kami kutip dari laman halodoc.com mengenai hormon yang bertanggung jawab untuk siklus menstruasi yaitu Esterogen, Progesteron, hormon perangsang folikel ( FSH ) dan hormon luteinizing ( LH ).

Lalu, Bagaimana Jika Menstruasi Tidak Lancar Karena Ketidakseimbangan Hormon? Bisakah Diatasi?

Jawabannya adalah Bisa! Dengan melakukan beberapa cara berikut ini dapat membantu mengatasi menstruasi yang tidak lancar.

  • Rubahlah gaya hidup anda yang sebelumnya menjadi gaya hidup yang sehat.
  • Perikasakan juga diri anda untuk melakukan pengobatan tiroid.
  • Jika anda menggunakan alat kontrasepsi seperti spiral, maka itu bisa diganti dengan yang lainnya.
  • Jaga berat badan anda jangan sampai obesitas.
  • Kurangi stress, atau jika anda sering mengalami stress maka bisa lakukan konseling.
  • Jika anda memiliki rencana untuk memiliki anak, maka diskusikan dengan dokter agar dapat diberikan masukan dan juga pemeriksaan secara medis.

Tipe Menstruasi Yang Tidak Lancar

Dilansir dari laman alodokter.com ada beberapa tipe yang termasuk ke dalam golongan menstruasi yang tidak teratur, diantaranya ialah :

  • Polymenorrhe yang berarti siklus menstruasi yang terjadi kurang dari 21 hari.
  • Oligomenorrhea yaitu kondisi dimana siklus menstruasi menjadi lebih panjang atau tidak terjadi menstruasi lebih dari 35 hari, tapi kurang dari 90 hari.
  • Amenorrhea yaitu kondisi dimana wanita tidak mengalami menstruasi selama 3 bulan berturut-turut.
  • Metrorrhagia yaitu terjadinya pendarahan pada saat menstruasi yang berlangsung lebih lama dan dalam jumlah darah yang banyak.

Itulah beberapa informasi yang dapat kami sampaikan mengenai ketidakseimbangan hormon yang dapat mempengaruhi kelancara haid.

Disini juga kami menjual suplemen dan vitamin untuk membantu melancarkan haid anda. Bisa langsung konsultasi juga dengan kami di website ini ya.

Klik tombol chat di bawah ini agar terhubung dengan kami.

Benarkah kanker serviks disebabkan oleh keputihan?

Gejala kanker serviks terkadang tidak dapat disadari. Benarkah kanker serviks disebabkan oleh keputihan? Berikut faktanya.

Benarkah kanker serviks disebabkan oleh keputihan?

Penyakit kanker adalah penyakit mematikan yang telah banyak memakan korban. Salah satunya adalah kanker serviks. Dapat kita ambil contoh kasus beberapa tahun silam. Artis mendiang Julia Perez meninggal setelah berjuang melawan kanker serviks. Padahal sejauh yang kita perhatikan selama ini, mendiang terlihat sehat-sehat saja sebelum divonis mengidap kanker.

Mengapa? Karena kadangkala gejala kanker serviks memang tidak disadari. Dilansir dari alodokter.com, Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan penyakit kanker yang menyerang leher rahim pada organ reproduksi wanita, dan disebabkan oleh Human Papilloma Virus atau HPV. Gejala awalnya adalah keputihan yang terus menerus.

Namun benarkah kanker serviks disebabkan oleh keputihan? Jangan panik dulu, simak faktanya dibawah ini.

Benarkah kanker serviks disebabkan oleh keputihan?

Karena gejalanya yang tidak disadari memang terkadang sulit mengetahui apakah keputihan yang dialami merupakan pertanda kanker serviks atau bukan. Anda dapat mengetahuinya dengan memperhatikan ciri-ciri berikut:

1. Keputihan tidak kunjung sembuh

Benarkah kanker serviks disebabkan oleh keputihan?

Jika lendir pada keputihan Anda mengalami perubahan warna, memiliki aroma yang tidak sedap atau bau, serta terjadi perubahan tekstur, dapat menjadi salah satu tandanya. Selain itu bila keputihan Anda tidak kunjung berhenti, sebaiknya Anda segera berkonsultasi ke dokter, karena itu merupakan salah satu gejala awal kanker serviks.

2. Rasa nyeri saat berhubungan intim

Benarkah kanker serviks disebabkan oleh keputihan?

Jika kanker serviks memasuki stadium lanjut, Anda akan terasa nyeri pinggang dan bagian panggul saat berhubungan intim. Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami nyeri panggul saat berhubungan intim, untuk memastikan apakah kondisi ini tanda penyakit kanker serviks atau akibat penyakit lain.

3. Sering buang air kecil

Benarkah kanker serviks disebabkan oleh keputihan?

Jika belakangan ini Anda seringkali buang air kecil dan tak bisa menahannya, ada kemungkinan ini merupakan gejala dari kanker serviks. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh sel kanker yang tumbuh mengelilingi leher rahim, lalu menyebar hingga ke kandung kemih. Namun gejala ini juga bisa muncul akibat infeksi saluran kemih (ISK), sehingga Anda perlu ke dokter untuk memastikannya.

4. Pendarahan vagina yang tidak normal

Benarkah kanker serviks disebabkan oleh keputihan?

Perdarahan ini dapat terjadi lebih banyak atau pun lebih sedikit dari menstruasi biasanya, dapat terjadi di antara periode menstruasi, atau pada wanita yang sudah menopause. Pendarahan vagina juga dapat terjadi saat berhubungan seksual.

Demikianlah ciri-ciri atau gejala dari kanker serviks. Penyebab yang paling mudah dikenali adalah dari keputihan yang Anda alami. Namun bukan berarti keputihan adalah penyebab dari kanker serviks itu sendiri. Fenomena keputihan itu wajar karena area miss v Anda melakukan pembersihan secara alami. Bila keputihan yang Anda alami normal.

Benarkah kanker serviks disebabkan oleh keputihan?

Yang perlu Anda perhatikan adalah bila keputihan Anda jauh dari kata normal, seperti ciri-ciri yang sudah disebutkan diatas. Bisa jadi itu adalah tanda dari gejala kanker serviks. Infeksi HPV kadang bisa sembuh dengan sendirinya. Walau begitu, tanda-tanda ini biasanya muncul ketika kanker serviks telah mencapai stadium lanjut. Sebelum mencapai tingkat tersebut, dibutuhkan waktu bertahun-tahun bagi virus HPV untuk berkembang.

Jadi penting bagi Anda untuk mendeteksi kanker sejak dini. Yuk deteksi kanker mulai dari sekarang! Salam sehat Tiens!

Apakah keputihan yang tidak normal dapat menimbulkan penyakit?

Bagi wanita, mengalami keputihan terkadang membuat tak nyaman. Apakah keputihan yang tidak normal dapat menimbulkan penyakit? Simak faktanya disini.

Apakah keputihan yang tidak normal dapat menimbulkan penyakit?

Normalnya, keputihan seorang wanita biasanya dialami saat atau sesudah haid/menstruasi. Bisa juga muncul saat Anda sedang stres, kelelahan, dalam masa subur, saat melakukan aktivitas seksual, selama masa hamil dan menyusui. Anda tak perlu khawatir bila mengalami keputihan, karena keputihan berfungsi untuk membawa keluar sel-sel mati dan bakteri dalam tubuh. Dengan kata lain, cairan keputihan membuat Miss V Anda tetap bersih dan terhindar dari infeksi.

Keputihan yang normal biasanya berbentuk cairan kental putih/tidak berwarna dan tidak berbau. Berbeda dengan keputihan yang tidak normal. Anda perlu mengetahui apakah keputihan yang dialami termasuk normal atau tidak. Karena keputihan yang tidak normal dapat beresiko menimbulkan penyakit. Apakah keputihan yang tidak normal dapat menimbulkan penyakit? Ketahui faktanya berikut ini.

Apakah keputihan yang tidak normal dapat menimbulkan penyakit?

Apakah keputihan yang tidak normal dapat menimbulkan penyakit?

Keputihan yang abnormal dapat menimbulkan berbagai penyakit jika tidak segera diberikan perawatan. Untuk itu Anda perlu mengetahui ciri-cirinya dan penyakit yang dapat ditimbulkan dari keputihan yang tidak normal. Agar Anda dapat mendeteksi lebih dini dan segera berkonsultasi pada dokter

Berikut adalah ciri-ciri dari keputihan tidak normal yang dapat menyebabkan penyakit, dilansir dari fimela.com:

1. Kanker serviks

Bila keputihan Anda berwarna sangat cokelat atau kemerahan, Anda beresiko terkena kanker serviks Biasanya keputihan juga disertai pendarahan terus menerus serta sakit pada rahim.

2. Gonorrhoea

Ciri-cirinya apabila keputihan berwarna kuning atau kehitaman serta aromanya tak sedap. Biasanya keputihan jenis ini disertai pendarahan di luar menstruasi serta sakit saat buang air kecil.

3. Trichomoniasis

Jika keputihan yang Anda alami warnanya kekuningan atau hijau dan aromanya tak sedap, bisa dipastikan Anda mengalami trichomoniasis. Keputihan abnormal ini juga biasanya disertai rasa gatal dan nyeri ketika buang air kecil.

4. Infeksi jamur

Keputihan saat infeksi jamur sangat kental, teksturnya agak padat, warnanya putih hingga kekuningan. Infeksi juga menyebabkan rasa ngilu pada saat berhubungan seksual, rasa gatal di sekitar miss V serta bengkak.

5. Infeksi bakteri vaginosis

Jika cairan keputihan berwarna abu-abu, kuning, atau putih disertai aroma amis, maka Anda terkena bakteri vaginosis. Keputihan seperti ini menyebabkan miss V jadi gatal, kemerahan, seperti terbakar, dan bengkak.

Apakah keputihan yang tidak normal dapat menimbulkan penyakit?

Itulah beberapa penyakit yang dapat ditimbulkan dari keputihan yang tidak normal. Anda tidak perlu takut jika mengalami keputihan, karena Anda masih bisa mencegah atau mengobatinya agar tidak datang kembali. Berikut tips yang bisa Anda lakukan di rumah:

  • Mengompres area miss v dengan air dingin atau hangat untuk mengatasi rasa gatal, bengkak, atau rasa tidak nyaman
  • Menggunakan kondom jika berencana untuk melakukan hubungan seks
  • Rutin membersihkan miss v setiap hari dengan pembersih miss v yang ringan dan menggunakan air hangat
  • Menggunakan celana dalam yang terbuat dari 100% katun
  • Tidak menggunakan celana yang ketat
  • Menggunakan produk pembersih vagina yang tidak mengandung obat keras

Demikianlah penjelasan dan tips seputar keputihan. Semoga bermanfaat.

Benarkah keputihan dapat menyebabkan berbagai penyakit?

Anda khususnya wanita, apakah mengalami keputihan? Benarkah keputihan dapat menyebabkan berbagai penyakit? Simak selengkapnya disini.

Benarkah keputihan dapat menyebabkan berbagai penyakit?

Keputihan adalah kondisi ketika lendir atau cairan keluar dari vagina. Keputihan merupakan cara alami tubuh untuk menjaga kebersihan dan kelembapan organ kewanitaan. Ketika seorang wanita mengalami keputihan, cairan yang diproduksi kelenjar vagina dan leher rahim akan keluar membawa sel mati dan bakteri, sehingga vagina tetap terlindung dari infeksi.

Perlu Anda ketahui bahwa keputihan yang normal biasanya terjadi pada wanita yang masih mengalami atau sesudah menstruasi. Ibu hamil mungkin akan lebih sering mengalami keputihan akibat perubahan hormon. Bila Anda mulai memasuki masa menopause, barulah keputihan akan berkurang.

Namun apakah keputihan itu berbahaya dan dapat menyebabkan penyakit? Anda perlu mengetahui fakta-faktanya berikut ini.

Benarkah keputihan dapat menyebabkan berbagai penyakit?

Benarkah keputihan dapat menyebabkan berbagai penyakit?

Sebelum itu, Anda perlu mengetahui ciri-ciri dari keputihan normal dan tidak normal. Keputihan normal ada dalam batas wajar, dan akan berhenti seiring berjalannya waktu karena itu merupakan proses membersihkan dan menjaga kelembaban organ kewanitaan. Namun bagaimana jika tidak normal? Berikut ciri-cirinya:

Ciri-ciri keputihan normal:

  • Tidak berwarna atau berwarna putih.
  • Tidak berbau atau tidak mengeluarkan bau menyengat.
  • Meninggalkan bercak kekuningan di celana dalam.
  • Tesktur cairan keputihan dapat berubah tergantung siklus menstruasi.

Ciri-ciri keputihan abnormal:

  • Cairan keputihan berbeda warna, bau, atau tekstur dari biasanya.
  • Cairan keputihan keluar lebih banyak dari biasanya.
  • Keluar darah setelah berhubungan seksual atau di luar jadwal haid.

Itulah ciri-ciri dari keputihan. Jika keputihan dirasa mengganggu, Anda bisa menggunakan pantyliner.

Namun jika ciri-ciri keputihan Anda termasuk abnormal, maka Anda patut waspada dan segera mengambil tindakan pengobatan. Karena beberapa penyakit dibawah ini dapat mengintai Anda, dilansir dari merdeka.com:

1. Peradangan serviks

Benarkah keputihan dapat menyebabkan berbagai penyakit?

Peradangan serviks atau leher rahim adalah salah satu masalah organ reproduksi yang bisa menyebabkan keputihan. Biasanya ini disebabkan oleh peradangan yang dipicu oleh penyakit menular seksual, reaksi alergi terhadap kontrasepsi yang ditanam dalam rahim, atau reaksi alergi terhadap kondom dan pelumas yang digunakan saat berhubungan seksual.

2. Infeksi jamur

Benarkah keputihan dapat menyebabkan berbagai penyakit?

Keputihan juga bisa disebabkan oleh infeksi jamur pada vagina. Ini biasanya dialami oleh wanita yang memiliki penyakit diabetes, hamil, mengonsumsi antibiotik atau pil KB. Perubahan pH pada vagina bisa menyebabkan infeksi jamur. Selain itu, jamur juga bisa disebabkan oleh kebersihan yang kurang atau celana dalam yang terlalu lembap.

3. Trikomoniasis vagina

Benarkah keputihan dapat menyebabkan berbagai penyakit?

Trikomoniasis vagina adalah salah satu bentuk penyakit menular yang terjadi pada vagina. Salah satu gejala penyakit ini adalah keluarnya cairan berwarna kekuningan dari vagina dan rasa gatal. Biasanya terjadi tiga sampai 28 hari setelah infeksi terjadi.

Demikianlah penjelasan mengenai keputihan pada wanita dan bahaya penyakit yang akan mengintai. Ada baiknya jika keputihan yang Anda alami tidak normal untuk memeriksakannya ke dokter. Salam sehat Tiens!

Ketahui Fakta pH Normal Pada Miss V Wanita

Anda perlu Ketahui Fakta pH Normal Pada Miss V Wanita. Agar terhindar dari infeksi jangan abaikan hal ini.

Tahukah anda jika Miss V atau organ intim wanita itu memiliki pH yang perlu dijaga keseimbangannya? pH adalah kadar keasaman yang mempengaruhi terbentuknya ekosistem vagina yang sehat.

Jaga Keseimbangan pH Pada Miss V

Mengapa penting sekali untuk menjaga pH agar tetap seimbang? Jika pertanyaan ini muncul di benak anda, maka disinilah anda dapat menemukan jawabannya.

Kadar pH pada organ intim wanita harus dijaga agar tetap seimbang agar dapat melindungi Miss V dari infeksi seperti jamur, bakteri atau parasit.

Jika keseimbangan pH terganggu, maka bakteri baik dalam vagina bisa mati dan menyebabkan bakteri jahat tumbuh dengan cepat. Sehingga memicu timbulnya rasa gatal, iritasi, dan menyebabkan keputihan yang berbau tidak sedap.

Bagaimana Cara Menjaga Keseimbangan pH Miss V?

Dilansir dari laman halodoc.com ada beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk menjaga keseimbangan pH di vagina, diantaranya ialah:

  • Dengan cara membersihkan organ intim wanita secara teratur. Baik setelah buang air kecil maupun besar. Bersihkan miss V dengan air bersih dengan arah dari depan ke belakang. Sehingga bakteri yang ada di anus tidak terbawa ke vagina.
  • Basuh atau bersihkan bagian miss V tanpa menggunakan sabun antibakteri. Sebab, sabun antibatkteri ini bisa mengganggu keseimbangan pH dan juga membunuh bakteri baik.
  • Anjuran untuk menggunakan sabun pembersih kewanitaan bisa saja anda gunakan, namun hanya sesekali saja ya. Jangan digunakan dalam jangka panjang. Sebenarnya, untuk membasuh organ kewanitaan bisa cukup dengan menggunakan air hangat saja.
  • Setelah dibersihkan, pastikan anda untuk langsung mengeringkan area vagina agar tidak lembab. Bisa dengan menggunakan handuk lembut atau tisu.
  • Saat menstruasi, jaga kebersihan miss V dengan rajin mengganti pembalut selama 4 hingga 6 jam setelah pemakaian.
  • Jika anda berencana untuk melakukan sauna, maka gunakanlah alas pada tempat duduk anda dengan menggunakan handuk.
  • Jangan menggunakan pakaian dalam yang berbahan sintetis, sebab bahannya tidak dapat menyerap keringat.

Itulah beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk menjaga keseimbangan pH pada Miss V. Agar tetap sehat dan terhindar dari infeksi yang menyebabkan keputihan tidak normal.

Jika anda memiliki keluhan seputar masalah kewanitaan. Maka disini anda bisa langsung berkonsultasi bersama kami dengan chat langsung.

Kami berikan solusi tepat untuk mengatasi masalah kewanitaan anda.

Apakah masa haid yang lebih dari 2 minggu itu berbahaya?

Anda khususnya wanita, bagaimana rentang siklus haid Anda? Apakah masa haid yang lebih dari 2 minggu itu berbahaya? Selengkapnya disini.

Apakah masa haid yang lebih dari 2 minggu itu berbahaya

Setiap wanita di muka bumi ini takkan luput untuk mengalami siklus haid atau menstruasi. Siklus ini penting karena haid atau menstruasi adalah proses keluarnya darah kotor, dan umumnya terjadi setiap 21-35 hari sekali.

Biasanya masa haid yang normalnya dialami adalah dari 3-7 hari. Ada juga yang 10 hari, namun ada juga yang lebih dari 10 hari. Tetapi apakah masa haid yang lebih dari 10 haid itu wajar? Atau justru akan membahayakan? Mari kita ulas selengkapnya.

Apakah masa haid yang lebih dari 2 minggu itu berbahaya?

Berbahaya atau tidaknya, dapat Anda ketahui dari penyebab mengapa masa haid lebih dari 10 hari, berikut ini ulasannya dilansir dari tempo.co

1. Menorrhagia

Apakah masa haid yang lebih dari 2 minggu itu berbahaya

Haid terus-menerus atau lebih dari 2 minggu dapat dikategorikan sebagai kondisi menorrhagia, yaitu kondisi di mana darah menstruasi keluar dalam jumlah yang banyak, tidak wajar, dan berlangsung lama.

Seseorang dianggap mengalami menorrhagia apabila kehilangan darah lebih dari 80 mL dalam satu siklus menstruasi yang berlangsung lebih dari 7 hari. Sedangkan, jumlah normal hilangnya darah dalam menstruasi adalah sekitar 30-40 mL dan berlangsung selama 4-5 hari.

2. Memasuki masa menopause

Jika Anda mengalami haid lebih dari 2 minggu di usia 40 tahun keatas, berarti Anda telah memasuki masa menopause. Hal ini terjadi karena di masa ini perubahan hormon di tubuh yang sangat drastis.

3. Polip rahim

Polip adalah pertumbuhan abnormal jaringan yang dapat terjadi pada organ apa pun, termasuk rahim. Ketika ada polip di rahim, wanita mungkin mengalami flek sebelum dan setelah menstruasi, yang mungkin membuat menstruasi jadi lebih lama. Bercak juga bisa muncul di antara periode menstruasi. Polip biasanya jinak, tetapi dalam beberapa kasus dapat beresiko kanker. Sebaiknya periksakan diri ke dokter.

4. Kista ovarium

Kista ovarium sering terjadi, dan dapat menyebabkan perdarahan menstruasi yang lama dan tidak teratur, menurut Center of Menstrual Disorders and Reproductive Choice. Namun, Anda tidak perlu panik. Sebagian besar kista jinak dan jarang bersifat kanker, hanya saja jika ukurannya besar dapat mengganggu aliran darah menstruasi Anda.

Kista biasanya menghilang sendiri, tetapi sebaiknya berkonsultasi ke dokter untuk meyakinkan bahwa kista Anda jinak. Jika ada lebih dari satu kista, Anda mungkin menderita Polycistic Ovarian Syndrome (PCOS). Menurut Mayo Clinic, gangguan sistem endokrin ini dapat menyebabkan menstruasi lebih berat dan tidak teratur. PCOS dapat menyebabkan infertilitas, jadi sebaiknya diobati sejak dini.

Demikianlah 4 penyebab utama mengapa masa haid lebih dari 2 minggu atau terus menerus. Jika kondisi haid Anda termasuk kedalam 4 penyebab diatas, sebaiknya berkonsultasi ke dokter agar mendapat penanganan lebih lanjut. Salam sehat Tiens!

Apakah Haid Tidak Normal Ada Hubungannya Dengan Warna Keputihan?

Apakah Haid Tidak Normal Ada Hubungannya Dengan Warna Keputihan? Ternyata seperti ini penjelasannya.

Keputihan pada organ intim wanita normal terjadi. Biasanya terjadi menjelang menstruasi. Lalu, ada gak sih hubungan antara warna keputihan dengan tanda haid yang tidak normal? Ikuti informasinya berikut ini.

Apa Sih Keputihan Pada Wanita?

Dilansir dari situs alodokter.com, Keputihan adalah proses alami tubuh wanita yang dikeluarkan melalui vagina untuk menjaga kebersihan dan kelembaban area kewanitaanya. Selain itu, keputihan juga dapat membantu vagina untuk terhindar dari resiko infeksi. Keputihan yang normal biasanya tidak mengganggu aktivitas sehari – hari dan bisa berhenti dengan sendirinya.

Sebaliknya, jika keputihan yang terjadi itu tidak normal dikarenakan infeksi atau penyakit tertentu. Maka akan muncul bau yang tidak sedap, serta memiliki warna yang berbeda. Berikut ini merupakan perbedaan dari Ciri keputihan normal dan tidak normal.

Inilah Tanda Keputihan Normal

Keputihan yang normal terjadi pada wanita biasanya bercirikan tanda sebagai berikut:

  • Keputihan berwarna bening atau sedikit putih seperti warna putih telur.
  • Teksturnya encer atau sedikit kental dan lengket.
  • Tidak menimbulkan bau, gatal maupun nyeri.
  • Bisa berubah menjadi putih pekat atau sedikit kecoklatan jika mendekati waktu haid.

Ciri Keputihan Tidak Normal

Sedangkan untuk ciri keputihan tidak normal ditandai dengan :

  • Menimbulkan bau yang menyengat seperti bau busuk atau amis.
  • Volume nya meningkat secara drastis dari biasanya.
  • Biasanya berwarna kuning, kehijauan, keabuaan dengan tekstur yang kental atau bahkan menggumpal.
  • Terasa gatal atau nyeri pada area vagina.
  • Vagina dan Vulva terlihat kemerahan dan bengkak.

Keputihan yang tidak normal bisa menandakan bahwa ada beberapa penyakit yang menyebabkannya yaitu:

  • Kanker serviks
  • Infeksi jamur, parasit atau bakteri pada vagina.
  • Penyakit kelamin yang menular.
  • Serta bisa terjadi karena radang panggul.

Lalu, Adakah Hubungan Haid Tidak Normal Dan Warna Keputihan?

Ya, jawabannya ada. Sebab, warna keputihan yang tidak normal bisa menandakan adanya suatu penyakit yang di derita. Kemudian, untuk haid tidak normal juga menandakan adanya penyakit yang di derita atau karena adanya efek dari obat – obatan yang di konsumsi.

Nah, itulah sedikit penjelasan mengenai keputihan wanita dan hubungannya dengan haid yang tidak normal.

Jika anda ingin berkonsultasi lebih lanjut. Chat langsung saja ya. Sebab, disini kami berikan solusi tepat untuk mengatasinya secara cepat dan aman.

Berikut ini cara menghitung siklus haid normal dan tidak normal

Anda bingung bagaimana menghitung siklus haid yang tepat? Berikut ini cara menghitung siklus haid normal dan tidak normal

Berikut ini cara menghitung siklus haid normal dan tidak normal

Bagi setiap wanita, haid atau menstruasi adalah hal yang pasti akan dialami. Haid/menstruasi biasanya datang setiap sebulan sekali. Namun ada juga wanita yang tak bisa menebak kapan “tamu merah” ini akan datang menghampiri. Apakah Anda adalah salah satunya?

Ada cara sederhana yang bisa Anda coba untuk memprediksi kapan si tamu merah akan datang. Dan berikut ini cara menghitung siklus haid normal dan tidak normal.

Berikut ini cara menghitung siklus haid normal dan tidak normal

Dilansir dari hellosehat.com, satu masa haid rata-rata berlangsung antara tiga sampai tujuh hari. Yang dimaksud dengan siklus haid adalah rentang waktu mulai dari hari pertama haid sampai hari pertama haid pada bulan berikutnya.

Umumnya, siklus haid yang normal terjadi setiap 28 hari sekali, meski ada pula yang setiap 21 sampai 35 hari. Haid Anda masih terhitung normal jika muncul di mana saja di antara rentang waktu ini. Lalu bagaimana cara menghitungnya untuk mengetahui apakah siklus haid Anda tergolong normal atau tidak? Simak caranya dibawah ini.

Cara menghitung siklus haid normal

Berikut ini cara menghitung siklus haid normal dan tidak normal

Misalnya, hari pertama haid Anda di bulan ini jatuh pada tanggal 17 Februari, jangan lupa tandai di kalender. Selanjutnya, tunggulah sampai haid berakhir. Ketika bulan depan Anda haid lagi maka catat kembali tanggalnya, misalnya di tanggal 15 Maret. Inilah awal siklus haid Anda yang baru.

Kemudian, hitung rentang waktu antara hari pertama menstruasi sebelumnya (tanggal 17) sampai satu hari sebelum haid berikutnya (tanggal 15 Maret). Jangan hitung sampai tanggal 15 karena di hari itu, Anda sudah haid lagi sehingga ini akan terhitung ke dalam siklus haid selanjutnya.

Setelah dihitung, dari tanggal 17 Februari sampai 15 Maret berjarak 28 hari. Jarak hari inilah yang menunjukkan siklus haid Anda, yaitu per 28 hari sekali. Seperti inilah cara menghitung siklus haid yang normal atau teratur.

Cara menghitung siklus haid tidak normal

Berikut ini cara menghitung siklus haid normal dan tidak normal

Bagi Anda yang punya siklus haid yang tidak normal/teratur, Anda mungkin kebingungan menebak kapan si tamu merah ini akan datang. Misalnya saja, siklus haid Anda bulan ini per 30 hari tapi siklus berikutnya ternyata terhitung lebih cepat jadi per 25 hari, atau justru lebih lama selama 35 hari.

Sebetulnya, cara menghitung siklus haid normal dan tidak normal itu sama saja kok. Kuncinya tetap dengan menghitung rentang waktu antara hari pertama haid Anda bulan ini sampai satu hari sebelum haid Anda selanjutnya.

Bedanya, Anda yang memiliki menstruasi tidak normal dianjurkan untuk mencatat siklus haid Anda minimal enam bulan berturut-turut lalu bagi rata-ratanya. Nah, hasil yang Anda dapatkan inilah yang menjadi patokan siklus haid Anda.

Demikianlah cara menghitung siklus haid normal dan tidak normal. Jika Anda masih merasa bingung atau siklus haid Anda tidak berjalan seperti perhitungan diatas, berkonsultasilah ke dokter untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkapnya. Salam sehat Tiens!

« Older posts
Ada yang mau ditanyakan?
Informasi Produk Tiens Lengkap di WhatsAppKirim Chat
+ +