JUAL PRODUK TIENS ( PENINGGI BADAN, PELANGSING, PENGGEMUK, MASKER SPIRULINA, PEMBESAR PAYUDARA MHCA )

Category: Kista Ovarium

Apakah penyakit kista, miom, PCO, PCOS, dan endometriosis dapat disembuhkan?

Apakah penyakit kista, miom, PCO, PCOS, dan endometriosis dapat disembuhkan? Ini adalah penyakit yang diwaspadai para wanita. Simak penjelasannya disini.

Apakah penyakit kista, miom, pco, pcos, dan endometriosis dapat disembuhkan?

Anda khususnya wanita, penting untuk senantiasa merawat area kewanitaan Anda. Baik itu dari kebersihan dan kesehatannya. Pastikan apakah siklus haid/menstruasi Anda setiap bulannya teratur. Bila siklus haid Anda dirasa tidak normal, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter.

Jika Anda kurang menjaga kebersihan dan kesehatan organ kewanitaan Anda, bahaya penyakit seperti kista, miom, pco, pcos, dan endometriosis dapat menjadi ancaman. Karena penyakit-penyakit tersebut menyerang bagian kewanitaan Anda khususnya rahim. Lalu penyakit kista, miom, PCO, PCOS, dan endometriosis dapat disembuhkan? Jangan panik dulu. Simak faktanya dibawah ini.

Apakah penyakit kista, miom, PCO, PCOS, dan endometriosis dapat disembuhkan?

Semua penyakit yang ada di dunia ini pasti ada obatnya. Baik itu yang sudah ditemukan maupun masih dalam penelitian. Termasuk penyakit-penyakit yang menyerang organ kewanitaan berikut ini. Kista, miom, PCO, PCOS, dan endometriosis.

Jika Anda mengidap salah satu penyakit ini, tak perlu panik. Sebelum jangka panjang, Anda dapat melakukan pengobatan sebelum makin parah. Mari kita ulas satu persatu, dilansir dari hellosehat.com.

1. Kista

Penyakit kista adalah munculnya suatu benjolan yang berisi cairan. Ada yang ukurannya sebesar biji jagung, sampai membesar jika tidak langsung ditindaklanjuti. Kista adalah tumor jinak alias bukan kanker, maka penyakit kista tidak berbahaya. Umumnya, penyakit kista tidak menimbulkan gejala apapun. Namun, bila dibiarkan berkembang lebih besar dapat menjadi parah. Serta kista ini akan berbahaya jika muncul di bagian kewanitaan Anda. Yang lebih dikenal sebagai kista ovarium.

Dalam beberapa kasus, kista dapat hilang dengan sendirinya. Untuk mempercepat proses penyembuhan, Anda dapat mengompres kista dengan air hangat. Cara ini dapat membantu menguras kista dan menghilangkannya lebih cepat. Jangan sekali-kali memencet benjolan kista, karena hal ini dapat menyebabkan infeksi. Jika kista Anda dirasa semakin membesar, segera periksakan diri ke dokter.

2. Miom

Apakah penyakit kista, miom, pco, pcos, dan endometriosis dapat disembuhkan?

Tidak sedikit yang beranggapan kalau miom dan kista itu sama. Padahal berbeda. Uterine fibroid atau miom adalah benjolan atau tumor jinak yang tumbuh di rahim. Miom dapat tumbuh di dinding rahim bagian dalam maupun bagian luar. Sedangkan kista biasanya tumbuh di bagian luar kewanitaan.

Seorang wanita yang mengalami miom dapat memiliki lebih dari satu buah tumor di dalam rahimnya. Jika Anda merasakan darah haid yang banyak dan berlangsung lebih dari seminggu, nyeri perut bagian bawah, dan sering buang air kecil, kemungkinan besar ada miom di rahim Anda.

Hanya ada satu kesamaan antara kista dan miom, yaitu pengobatannya. Miom umumnya akan hilang dengan sendirinya setelah diberikan sejumlah pengobatan seperti kista. Namun bila makin parah, Anda perlu melakukan terapi hormon untuk mencegah perkembangan miom dan meredakan gejalanya, atau tindakan operasi untuk mengangkat miom.

3. PCO dan PCOS

Apakah penyakit kista, miom, pco, pcos, dan endometriosis dapat disembuhkan?

Dilihat dari namanya, banyak yang menganggap kedua penyakit ini sama. Padahal ada sejumlah perbedaannya.

PCO (polycystic ovaries) adalah adanya kantung-kantung berisi cairan di dalam ovarium. Kebanyakan PCO terjadi secara alami sebagai akibat dari siklus haid normal (kista fungsional) dan selama tahun-tahun persalinan. Biasanya, PCO tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa bulan, tanpa perlu tindakan dokter.

Sedangkan PCOS (Polycystic Ovary Syndrome) adalah kondisi metabolisme (hormonal) di mana ovarium memiliki jumlah folikel yang besar dan abnormal. Folikel ini tidak berbahaya, tetapi mereka dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon yang sering mengakibatkan beberapa masalah. Seperti haid yang tidak teratur atau tidak ada siklus sama sekali, kenaikan berat badan, sulit hamil, rambut tubuh berlebihan, dan muncul jerawat atau kulit berminyak.

Perbedaan yang sangat terlihat dari kedua penyakit ini adalah, PCO bukan penyakit, sedangkan PCOS adalah kondisi metabolisme. Perempuan dengan PCOS harus mewaspadai risiko terkait yang mungkin termasuk: diabetes, komplikasi kehamilan (misalnya diabetes gestasional), penyakit kardiovaskular, obesitas dan kanker endometrium. Sementara perempuan dengan PCO tidak memiliki resiko yang serupa.

Jika Anda ingin melakukan program hamil tetapi didiagnosa PCO, Anda masih dapat melakukannya. Namun beda halnya jika Anda didiagnosa PCOS. Karena perempuan dengan PCOS beresiko keguguran yang lebih tinggi. Jadi, diperlukan perhatian khusus dari dokter saat melakukan program hamil.

4. Endometriosis

Apakah penyakit kista, miom, pco, pcos, dan endometriosis dapat disembuhkan?

Endometriosis adalah penyakit yang menyerang perut bagian bawah pada wanita. Ini terjadi karena jenis jaringan yang biasanya melapisi bagian dalam rahim (endometrium) malah tumbuh juga di bagian luarnya. Gejala utama yang muncul adalah rasa nyeri pada perut bagian bawah. Gejala ini sering bertambah parah terutama pada saat menstruasi atau saat melakukan hubungan seksual.

Sebelum makin parah, Anda dapat melakukan tindakan pencegahan. Mulai dari yang paling sederhana dulu seperti perbanyak makan buah dan sayur, menghindari makanan yang dapat menyebabkan peradangan, seperti makanan olahan, produk susu,dan gula.

Hindari juga stres. Gejala endometriosis dapat menjadi lebih berat bila seseorang merasa stres. Cobalah menggunakan teknik relaksasi yang dapat membantu Anda untuk fokus pada hal-hal yang menenangkan sehingga bisa mengurangi produksi hormon stres. Teknik relaksasi yang dapat Anda coba dengan mudah adalah menarik napas dalam melalui hidung, kemudian keluarkan perlahan lewat mulut.

Demikianlah definisi dan pengobatan yang bisa Anda lakukan Apakah penyakit kista, miom, pco, pcos, dan endometriosis dapat disembuhkan. Semoga informasi ini membuat Anda semakin waspada dan bermanfaat.

Waspada penyakit yang akan mengintai bila siklus haid tidak teratur

Bagi wanita, jangan sepelekan siklus haid yang tidak teratur. Waspada penyakit yang akan mengintai bila siklus haid tidak teratur.

Waspada penyakit yang akan mengintai bila siklus haid tidak teratur

Fenomena haid atau menstruasi adalah proses alami yang pasti akan dialami oleh seluruh wanita di dunia ini. Biasanya terjadi dalam 21-35 hari sekali. Bagaimana dengan Anda, apakah siklus haid Anda teratur setiap bulannya?

Umumnya masa haid atau menstruasi wanita terjadi selama 3-10 hari dalam sebulan. Itu termasuk masa haid yang normal. Namun apabila masa haid Anda tak bisa ditebak kapan datangnya dan tidak terjadi dalam kurun waktu 21-35 hari seperti normalnya, ada kemungkinan kalau siklus haid Anda tidak normal atau tidak teratur.

Jangan sepelekan siklus haid Anda apabila terjadi lebih dari 2x dalam sebulan. Waspada penyakit yang akan mengintai bila siklus haid tidak teratur.

Waspada penyakit yang akan mengintai bila siklus haid tidak teratur

Waspada penyakit yang akan mengintai bila siklus haid tidak teratur

Sebelumnya Anda perlu mengetahui penyebab siklus haid yang tidak normal/teratur.

Melansir parenting.orami.co.id, hal-hal dibawah ini merupakan penyebab umum siklus haid yang tidak teratur:

1. Stres

Proses ovulasi yang harusnya terjadi saat hendak haid akan tersendat jika Anda sedang stres. Stres menyebabkan terganggunya hormon seks seperti estrogen. Juga, tingkat hormon perangsang folikel (FSH) dan hormon Luteinizing (LH) menurun. Ini mencegah pembentukan lapisan rahim yang membuat proses haid Anda menjadi terhambat.

2. Penggunaan Pil KB. 

Sebagian besar pil KB mengandung kombinasi hormon estrogen dan progestin (beberapa hanya mengandung progestin saja). Pil ini dapat mencegah kehamilan dengan cara menjaga ocarium untuk tidak melepaskan sel telur. Sehingga, saat Anda mengonsumsi atau berhenti mengonsumsinya, itulah yang menyebabkan haid Anda menjadi tak teratur atau sulit diprediksi kedatangannya.

3. Polip rahim

Polip rahim adalah pertumbuhan jaringan yang tidak normal pada dinding rahim yang bersifat non kanker atau disebut tumor. Tumor ini bisa beragam ukurannya, mulai dari sebesar biji apel hingga sebesar jeruk bali, dan dapat menimbulkan perdarahan serta rasa sakit dalam periode tertentu.

4. Endometriosis

Endometriosis adalah kondisi jaringan yang membentuk lapisan dalam dinding rahim tumbuh di luar rahim. Hal ini dapat menyebabkan perdarahan yang tidak normal, kram atau nyeri sebelum dan selama menstruasi, dan hubungan seksual yang menyakitkan.

5. Radang panggul (PID

Pelvic Inflammatory Disease (PID) adalah infeksi bakteri yang memengaruhi sistem reproduksi wanita. Gejala PID yang biasanya terjadi adalah keputihan secara terus menerus, menstruasi yang tidak teratur, nyeri di daerah panggul dan perut bagian bawah, demam, mual, muntah, atau diare.

Waspada penyakit yang akan mengintai bila siklus haid tidak teratur

Setelah mengetahui penyebabnya, tentu Anda dapat menjadi lebih waspada bila siklus haid Anda dirasa tidak teratur. Karena tak sedikit juga wanita yang khawatir dengan siklus haidnya yang tidak teratur karena penyakit yang akan mengintai seperti dibawah ini:

1. Kista Ovarium

Kista adalah tumor jinak yang berisi cairan kental, yang biasanya ditemui pada organ reproduksi wanita. Ukurannya dapat bermacam – macam tergantung tingkat keparahannya. Kista ini akan menyebabkan rasa nyeri yang luar biasa jika ukurannya sudah membesar. Jalan satu – satunya adalah dengan melakukan operasi.

2. Berkurangnya tingkat kesuburan

Hal ini bisa terjadi dikarenakan ovulasi pada organ reproduksi tidak terjadi dengan sempurna sehingga akan mengakibatkan kesulitan untuk mendapatkan anak.

3. Kanker rahim

Kanker rahim biasanya diawali dengan siklus haid yang tidak teratur. Sebagian besar wanita yang menderita kanker rahim ini adalah karena dampak siklus haid yang tidak teratur. Pada wanita yang belum mengalami menopause, kanker ini turut menyebabkan pendarahan di luar siklus haid. Tapi Anda tidak perlu panik. Anda dapat melakukan deteksi kanker sejak dini dengan pap smear minimal satu kali dalam setahun. Pap smear berguna untuk mengetahui dan mencegah penyakit yang terjadi pada organ reproduksi wanita.

4. Sindrom Ovarium Polilistik

Sesuai namanya, sindrom ovarium polikistik adalah penyakit yang terdapat pada rahim, yang dapat mengurangi tingkat kesuburan. Gejalanya adalah jumlah darah yang sedikit dan perubahan gejala fisik seperti tumbuhnya bulu yang lebat, wajah berminyak dan sering berjerawat. Hal ini disebabkan karena meningkatnya hormon androgen (dikenal sebagai hormon perkembangan pria) dalam tubuh wanita.

5. Anemia parah

Anemia adalah kondisi dimana kadar hemoglobin dalam darah rendah. Kondisi ini bisa memberikan efek yang lebih jauh dari sekedar tubuh mudah merasa lelah.

Menurut Daniel R. Spogen, MD dari Univ. of Nevada School of Medicine, Amerika, memiliki siklus yang tidak teratur tidaklah berbahaya. Namun, jika sudah termasuk dalam golongan yang berat sebaiknya Anda berkonsultasi pada dokter. “Menstruasi yang tidak teratur dan sangat berat dapat menyebabkan darah rendah atau anemia,” jelas Daniel.

Demikianlah penyebab mengapa siklus haid yang tidak teratur menjadi hal yang menakutkan bagi setiap wanita yang mengalaminya. Semoga dengan informasi ini Anda menjadi lebih waspada dan dapat melakukan tindakan pencegahan. Salam sehat Tiens!

Benarkah Kista Dan PCOS Bisa Menyebabkan Kemandulan?

Benarkah Kista Dan PCOS Bisa Menyebabkan Kemandulan? Ternyata seperti ini penjelasannya, simak ya.

Masalah kesehatan pada wanita memang berbeda – beda. Salah satunya ialah masalah pada kesuburan wanita yang bisa menyebabkan kemandulan. Bagaimana dengan Kista atau PCOS yang sedang booming saat ini? Selengkapnya hanya disini ya.

Pengertian Mandul

Sebelum masuk ke pokok pembahasan, alangkah baiknya anda ketahui dulu pengertian dari mandul itu sendiri. Dikutip langsung dari alodokter.com menjelaskan bahwa ” Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menyatakan, infertilitas atau kemandulan adalah gangguan pada sistem reproduksi di mana terjadi kegagalan untuk mencapai kehamilan setelah melakukan hubungan seksual tanpa alat kontrasepsi selama 12 bulan berturut-turut.”

Apakah Kista Dan PCOS Merupakan Penyebab Kemandulan?

Kista Ovarium merupakan kondisi dimana adanya kantong berisi cairan yang tumbuh pada ovarium ( indung telur ) wanita. Pada setiap wanita memiliki 2 ovarium yang terdapat pada bagian kiri dan kanan rahim. Ovarium ini merupakan bagian dari sistem reproduksi wanita yang berukuran sebesar biji kenari.

Gejala Kista Ovarium

Kebanyakan kista ini berukuran kecil dan tidak menimbulkan gejala. Bisa hilang dengan sendirinya tanpa dilakukan pengobatan. Namun, jika kista ini tidak kunjung hilang atau membesar. Maka akan menimbulkan masalah seperti terasa sakit pada panggul atau perut terasa kembung.

Apa Sih Penyebab Dari Kista Ovarium?

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan terjadinya kista ovarium, diantaranya:

  • Tidak normalnya menstruasi, serta siklusnya yang tidak wajar.
  • Kemudian bisa diakibatkan dari adanya pertumbuhan sel yang tidak normal.

Lalu, Bagaimana Dengan PCOS?

Dilansir dari laman hellosehat.com menjelaskan bahwa PCOS ( Polycystic Ovary Syndrome ) merupakan hormon androgen yang berlebih pada wanita kemudian terjadi resistensi insulin. Penderita PCOS ini memiliki banyak kista kecil yang terdapat pada ovarium ( indung telur ).

Apa Saja Ciri Dari Gejala PCOS?

Berikut ini adalah gejala umum yang di alami oleh penderita PCOS:

  • Tidak teraturnya siklus menstruasi.
  • Terjadi pendarahan yang berat.
  • Adanya pertumbuhan rambut yang berlebih yang bisa dijumpai pada bagian wajah, dada, perut, dan punggung.
  • Muncul jerawat pada beberapa area tubuh seperti wajah, dada, dan punggung bagian atas.
  • Moody atau selalu berubah mood dalam waktu ke waktu.
  • Terjadinya kenaikan berat badan secara drastis.
  • Terjadi kebotakan.
  • Warna kulit menjadi lebih gelap.
  • Sering mengalami sakit kepala.
  • Sulit tidur ( sleep apnea )

Apa Saja Faktor Penyebab PCOS?

Ada beberapa faktor penyebab terjadinya PCOS, yaitu sebagai berikut:

  • Tidak seimbangnya hormon dalam tubuh.
  • Tingginya jumlah insulin yang ada di dalam tubuh.
  • Faktor genetik atau keturunan keluarga.
  • Terjadinya inflamasi atau peradangan tingkat rendah.
  • Terjadinya kenaikan berat badan atau obesitas.

Benarkah Kista Dan PCOS Bisa Menyebabkan Kemandulan Pada Wanita?

Sebenarnya wanita yang mengalami PCOS bisa berpeluang untuk hamil, namun peluangnya bisa dikatakan lebih kecil daripada wanita yang normal. Bukan tanpa alasan, hal ini disebabkan bahwa di dalam ovarium ini berisikan banyak kista kecil yang mengandung telur yang belum matang. Sehingga telur tersebut sulit untuk dikeluarkan apalagi untuk di buahi.

Penyebab lainnya ialah berlebihnya jumlah hormon androgen yang dapat menghambat proses ovulasi atau pelepasan telur sehat untuk dibuahi sperma.

Adakah Cara Untuk Mengatasi PCOS?

Jangan khawatir, karena PCOS ini bisa diatasi dengan menjalani gaya hidup sehat yang di sarankan oleh dokter. Kita ambil saja contohnya artis Fitri Tropika, dia mengalami PCOS sehingga perlu bersabar agar bisa mempunyai anak. Dan sekarang dia berhasil melawan PCOS sehingga berhasil memiliki anak.

Jika anda ingin berkonsultasi lebih lengkap mengenai masalah ini. Anda bisa langsung hubungi kami pada laman website ini ya.

Konsultasi gratis loh 🙂

Ada yang mau ditanyakan?
Informasi Produk Tiens Lengkap di WhatsAppKirim Chat
+ +