JUAL PRODUK TIENS ( PENINGGI BADAN, PELANGSING, PENGGEMUK, MASKER SPIRULINA, PEMBESAR PAYUDARA MHCA )

Category: Keputihan Wanita

Benarkah kanker serviks disebabkan oleh keputihan?

Gejala kanker serviks terkadang tidak dapat disadari. Benarkah kanker serviks disebabkan oleh keputihan? Berikut faktanya.

Benarkah kanker serviks disebabkan oleh keputihan?

Penyakit kanker adalah penyakit mematikan yang telah banyak memakan korban. Salah satunya adalah kanker serviks. Dapat kita ambil contoh kasus beberapa tahun silam. Artis mendiang Julia Perez meninggal setelah berjuang melawan kanker serviks. Padahal sejauh yang kita perhatikan selama ini, mendiang terlihat sehat-sehat saja sebelum divonis mengidap kanker.

Mengapa? Karena kadangkala gejala kanker serviks memang tidak disadari. Dilansir dari alodokter.com, Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan penyakit kanker yang menyerang leher rahim pada organ reproduksi wanita, dan disebabkan oleh Human Papilloma Virus atau HPV. Gejala awalnya adalah keputihan yang terus menerus.

Namun benarkah kanker serviks disebabkan oleh keputihan? Jangan panik dulu, simak faktanya dibawah ini.

Benarkah kanker serviks disebabkan oleh keputihan?

Karena gejalanya yang tidak disadari memang terkadang sulit mengetahui apakah keputihan yang dialami merupakan pertanda kanker serviks atau bukan. Anda dapat mengetahuinya dengan memperhatikan ciri-ciri berikut:

1. Keputihan tidak kunjung sembuh

Benarkah kanker serviks disebabkan oleh keputihan?

Jika lendir pada keputihan Anda mengalami perubahan warna, memiliki aroma yang tidak sedap atau bau, serta terjadi perubahan tekstur, dapat menjadi salah satu tandanya. Selain itu bila keputihan Anda tidak kunjung berhenti, sebaiknya Anda segera berkonsultasi ke dokter, karena itu merupakan salah satu gejala awal kanker serviks.

2. Rasa nyeri saat berhubungan intim

Benarkah kanker serviks disebabkan oleh keputihan?

Jika kanker serviks memasuki stadium lanjut, Anda akan terasa nyeri pinggang dan bagian panggul saat berhubungan intim. Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami nyeri panggul saat berhubungan intim, untuk memastikan apakah kondisi ini tanda penyakit kanker serviks atau akibat penyakit lain.

3. Sering buang air kecil

Benarkah kanker serviks disebabkan oleh keputihan?

Jika belakangan ini Anda seringkali buang air kecil dan tak bisa menahannya, ada kemungkinan ini merupakan gejala dari kanker serviks. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh sel kanker yang tumbuh mengelilingi leher rahim, lalu menyebar hingga ke kandung kemih. Namun gejala ini juga bisa muncul akibat infeksi saluran kemih (ISK), sehingga Anda perlu ke dokter untuk memastikannya.

4. Pendarahan vagina yang tidak normal

Benarkah kanker serviks disebabkan oleh keputihan?

Perdarahan ini dapat terjadi lebih banyak atau pun lebih sedikit dari menstruasi biasanya, dapat terjadi di antara periode menstruasi, atau pada wanita yang sudah menopause. Pendarahan vagina juga dapat terjadi saat berhubungan seksual.

Demikianlah ciri-ciri atau gejala dari kanker serviks. Penyebab yang paling mudah dikenali adalah dari keputihan yang Anda alami. Namun bukan berarti keputihan adalah penyebab dari kanker serviks itu sendiri. Fenomena keputihan itu wajar karena area miss v Anda melakukan pembersihan secara alami. Bila keputihan yang Anda alami normal.

Benarkah kanker serviks disebabkan oleh keputihan?

Yang perlu Anda perhatikan adalah bila keputihan Anda jauh dari kata normal, seperti ciri-ciri yang sudah disebutkan diatas. Bisa jadi itu adalah tanda dari gejala kanker serviks. Infeksi HPV kadang bisa sembuh dengan sendirinya. Walau begitu, tanda-tanda ini biasanya muncul ketika kanker serviks telah mencapai stadium lanjut. Sebelum mencapai tingkat tersebut, dibutuhkan waktu bertahun-tahun bagi virus HPV untuk berkembang.

Jadi penting bagi Anda untuk mendeteksi kanker sejak dini. Yuk deteksi kanker mulai dari sekarang! Salam sehat Tiens!

Apakah keputihan yang tidak normal dapat menimbulkan penyakit?

Bagi wanita, mengalami keputihan terkadang membuat tak nyaman. Apakah keputihan yang tidak normal dapat menimbulkan penyakit? Simak faktanya disini.

Apakah keputihan yang tidak normal dapat menimbulkan penyakit?

Normalnya, keputihan seorang wanita biasanya dialami saat atau sesudah haid/menstruasi. Bisa juga muncul saat Anda sedang stres, kelelahan, dalam masa subur, saat melakukan aktivitas seksual, selama masa hamil dan menyusui. Anda tak perlu khawatir bila mengalami keputihan, karena keputihan berfungsi untuk membawa keluar sel-sel mati dan bakteri dalam tubuh. Dengan kata lain, cairan keputihan membuat Miss V Anda tetap bersih dan terhindar dari infeksi.

Keputihan yang normal biasanya berbentuk cairan kental putih/tidak berwarna dan tidak berbau. Berbeda dengan keputihan yang tidak normal. Anda perlu mengetahui apakah keputihan yang dialami termasuk normal atau tidak. Karena keputihan yang tidak normal dapat beresiko menimbulkan penyakit. Apakah keputihan yang tidak normal dapat menimbulkan penyakit? Ketahui faktanya berikut ini.

Apakah keputihan yang tidak normal dapat menimbulkan penyakit?

Apakah keputihan yang tidak normal dapat menimbulkan penyakit?

Keputihan yang abnormal dapat menimbulkan berbagai penyakit jika tidak segera diberikan perawatan. Untuk itu Anda perlu mengetahui ciri-cirinya dan penyakit yang dapat ditimbulkan dari keputihan yang tidak normal. Agar Anda dapat mendeteksi lebih dini dan segera berkonsultasi pada dokter

Berikut adalah ciri-ciri dari keputihan tidak normal yang dapat menyebabkan penyakit, dilansir dari fimela.com:

1. Kanker serviks

Bila keputihan Anda berwarna sangat cokelat atau kemerahan, Anda beresiko terkena kanker serviks Biasanya keputihan juga disertai pendarahan terus menerus serta sakit pada rahim.

2. Gonorrhoea

Ciri-cirinya apabila keputihan berwarna kuning atau kehitaman serta aromanya tak sedap. Biasanya keputihan jenis ini disertai pendarahan di luar menstruasi serta sakit saat buang air kecil.

3. Trichomoniasis

Jika keputihan yang Anda alami warnanya kekuningan atau hijau dan aromanya tak sedap, bisa dipastikan Anda mengalami trichomoniasis. Keputihan abnormal ini juga biasanya disertai rasa gatal dan nyeri ketika buang air kecil.

4. Infeksi jamur

Keputihan saat infeksi jamur sangat kental, teksturnya agak padat, warnanya putih hingga kekuningan. Infeksi juga menyebabkan rasa ngilu pada saat berhubungan seksual, rasa gatal di sekitar miss V serta bengkak.

5. Infeksi bakteri vaginosis

Jika cairan keputihan berwarna abu-abu, kuning, atau putih disertai aroma amis, maka Anda terkena bakteri vaginosis. Keputihan seperti ini menyebabkan miss V jadi gatal, kemerahan, seperti terbakar, dan bengkak.

Apakah keputihan yang tidak normal dapat menimbulkan penyakit?

Itulah beberapa penyakit yang dapat ditimbulkan dari keputihan yang tidak normal. Anda tidak perlu takut jika mengalami keputihan, karena Anda masih bisa mencegah atau mengobatinya agar tidak datang kembali. Berikut tips yang bisa Anda lakukan di rumah:

  • Mengompres area miss v dengan air dingin atau hangat untuk mengatasi rasa gatal, bengkak, atau rasa tidak nyaman
  • Menggunakan kondom jika berencana untuk melakukan hubungan seks
  • Rutin membersihkan miss v setiap hari dengan pembersih miss v yang ringan dan menggunakan air hangat
  • Menggunakan celana dalam yang terbuat dari 100% katun
  • Tidak menggunakan celana yang ketat
  • Menggunakan produk pembersih vagina yang tidak mengandung obat keras

Demikianlah penjelasan dan tips seputar keputihan. Semoga bermanfaat.

Benarkah keputihan dapat menyebabkan berbagai penyakit?

Anda khususnya wanita, apakah mengalami keputihan? Benarkah keputihan dapat menyebabkan berbagai penyakit? Simak selengkapnya disini.

Benarkah keputihan dapat menyebabkan berbagai penyakit?

Keputihan adalah kondisi ketika lendir atau cairan keluar dari vagina. Keputihan merupakan cara alami tubuh untuk menjaga kebersihan dan kelembapan organ kewanitaan. Ketika seorang wanita mengalami keputihan, cairan yang diproduksi kelenjar vagina dan leher rahim akan keluar membawa sel mati dan bakteri, sehingga vagina tetap terlindung dari infeksi.

Perlu Anda ketahui bahwa keputihan yang normal biasanya terjadi pada wanita yang masih mengalami atau sesudah menstruasi. Ibu hamil mungkin akan lebih sering mengalami keputihan akibat perubahan hormon. Bila Anda mulai memasuki masa menopause, barulah keputihan akan berkurang.

Namun apakah keputihan itu berbahaya dan dapat menyebabkan penyakit? Anda perlu mengetahui fakta-faktanya berikut ini.

Benarkah keputihan dapat menyebabkan berbagai penyakit?

Benarkah keputihan dapat menyebabkan berbagai penyakit?

Sebelum itu, Anda perlu mengetahui ciri-ciri dari keputihan normal dan tidak normal. Keputihan normal ada dalam batas wajar, dan akan berhenti seiring berjalannya waktu karena itu merupakan proses membersihkan dan menjaga kelembaban organ kewanitaan. Namun bagaimana jika tidak normal? Berikut ciri-cirinya:

Ciri-ciri keputihan normal:

  • Tidak berwarna atau berwarna putih.
  • Tidak berbau atau tidak mengeluarkan bau menyengat.
  • Meninggalkan bercak kekuningan di celana dalam.
  • Tesktur cairan keputihan dapat berubah tergantung siklus menstruasi.

Ciri-ciri keputihan abnormal:

  • Cairan keputihan berbeda warna, bau, atau tekstur dari biasanya.
  • Cairan keputihan keluar lebih banyak dari biasanya.
  • Keluar darah setelah berhubungan seksual atau di luar jadwal haid.

Itulah ciri-ciri dari keputihan. Jika keputihan dirasa mengganggu, Anda bisa menggunakan pantyliner.

Namun jika ciri-ciri keputihan Anda termasuk abnormal, maka Anda patut waspada dan segera mengambil tindakan pengobatan. Karena beberapa penyakit dibawah ini dapat mengintai Anda, dilansir dari merdeka.com:

1. Peradangan serviks

Benarkah keputihan dapat menyebabkan berbagai penyakit?

Peradangan serviks atau leher rahim adalah salah satu masalah organ reproduksi yang bisa menyebabkan keputihan. Biasanya ini disebabkan oleh peradangan yang dipicu oleh penyakit menular seksual, reaksi alergi terhadap kontrasepsi yang ditanam dalam rahim, atau reaksi alergi terhadap kondom dan pelumas yang digunakan saat berhubungan seksual.

2. Infeksi jamur

Benarkah keputihan dapat menyebabkan berbagai penyakit?

Keputihan juga bisa disebabkan oleh infeksi jamur pada vagina. Ini biasanya dialami oleh wanita yang memiliki penyakit diabetes, hamil, mengonsumsi antibiotik atau pil KB. Perubahan pH pada vagina bisa menyebabkan infeksi jamur. Selain itu, jamur juga bisa disebabkan oleh kebersihan yang kurang atau celana dalam yang terlalu lembap.

3. Trikomoniasis vagina

Benarkah keputihan dapat menyebabkan berbagai penyakit?

Trikomoniasis vagina adalah salah satu bentuk penyakit menular yang terjadi pada vagina. Salah satu gejala penyakit ini adalah keluarnya cairan berwarna kekuningan dari vagina dan rasa gatal. Biasanya terjadi tiga sampai 28 hari setelah infeksi terjadi.

Demikianlah penjelasan mengenai keputihan pada wanita dan bahaya penyakit yang akan mengintai. Ada baiknya jika keputihan yang Anda alami tidak normal untuk memeriksakannya ke dokter. Salam sehat Tiens!

Apakah Keputihan Bisa Menyebabkan Kemandulan?

Apakah Keputihan Bisa Menyebabkan Kemandulan? Ternyata seperti ini penjelasannya. Simak ya.

Benarkah keputihan bisa menjadi pemicu kemandulan pada wanita? Sedangkan, keputihan normal terjadi pada wanita khususnya pada saat menjelang menstruasi.

Benarkah Keputihan Bisa Menyebabkan Kemandulan?

Keputihan memang normal terjadi pada setiap wanita. Sehingga tidak sedikit yang menganggap sepele hal ini. Namun, jika keputihan ini selalu dibiarkan saja apalagi hingga memicu bau yang tidak sedap. Maka itu merupakan ciri dari adanya penyakit yang di derita.

Dikutip dari DokterSehat.com mengatakan bahwa keputihan yang di biarkan bisa menjadikan sebuah masalah yang lebih serius sehingga bisa memicu terjadinya kemandulan atau hamil di luar kandungan. Selain itu, keputihan juga merupakan gejala awal munculnya kanker leher rahim yang dapat menyebabkan kematian.

Keputihan Menurut Para Ahli

Amsih dikutip dari laman yang sama, keputihan adalah cairan yang berlebih lalu di keluarkan melalui vagina. Keputihan ini di bagi menjadi 2 jenis yaitu normal ( Fisiologis ) dan tidak normal ( Patologis ) yang disebabkan oleh penyakit.

Keputihan yang normal biasanya terjadi pada saat masa subur, dan masa sebelum serta setelah menstruasi. Jika banyak keluar cairan pada masa -masa itu normal saja selagi tidak menimbulkan bau dan gatal pada area vagina.

Sedangkan untuk keputihan tidak normal terjadi akibat adanya infeksi pada area vagina, atau adanya benda asing dalam vagina ( seperti penggunaan alat kontrasepsi spiral ). Infeksi ini bisa disebabkan oleh jamur, bakteri dan parasit.

Apa Saja Yang Bisa Menyebabkan Keputihan Tidak Normal?

Ada beberapa penyebab seorang wanita mengalami keputihan tidak normal, diantaranya seperti :

  • Pemakaian antiseptik yang menyebabkan adanya ketidakseimbangan pH, ini mengakibatkan kuman bisa tumbuh dan menimbulkan bau yang tidak sedap, gatal dan juga tidak nyaman.
  • Adanya kuman pada alat kelamin pasangan sehingga pada saat berhubungan intim, bisa tertular dan menyebabkan keputihan.

Bagaimana Jika Keputihan Tidak Segera Diatasi?

Sudah dijelaskan di atas bahwa keputihan memang normal terjadi, sehingga tidak ada penanganan khusus yang harus dilakukan. Namun, berbeda dengan kasus keputihannya yang tidak normal. Maka, anda harus segera mengatasinya dengan cara yang tepat.

Untuk konsultasi lebih lanjut bersama kami. Anda bisa langsung chat kami dengan klik tombol dibawah ini.

Gratis konsultasi untuk dapatkan solusi terbaik!

Apakah Haid Tidak Normal Ada Hubungannya Dengan Warna Keputihan?

Apakah Haid Tidak Normal Ada Hubungannya Dengan Warna Keputihan? Ternyata seperti ini penjelasannya.

Keputihan pada organ intim wanita normal terjadi. Biasanya terjadi menjelang menstruasi. Lalu, ada gak sih hubungan antara warna keputihan dengan tanda haid yang tidak normal? Ikuti informasinya berikut ini.

Apa Sih Keputihan Pada Wanita?

Dilansir dari situs alodokter.com, Keputihan adalah proses alami tubuh wanita yang dikeluarkan melalui vagina untuk menjaga kebersihan dan kelembaban area kewanitaanya. Selain itu, keputihan juga dapat membantu vagina untuk terhindar dari resiko infeksi. Keputihan yang normal biasanya tidak mengganggu aktivitas sehari – hari dan bisa berhenti dengan sendirinya.

Sebaliknya, jika keputihan yang terjadi itu tidak normal dikarenakan infeksi atau penyakit tertentu. Maka akan muncul bau yang tidak sedap, serta memiliki warna yang berbeda. Berikut ini merupakan perbedaan dari Ciri keputihan normal dan tidak normal.

Inilah Tanda Keputihan Normal

Keputihan yang normal terjadi pada wanita biasanya bercirikan tanda sebagai berikut:

  • Keputihan berwarna bening atau sedikit putih seperti warna putih telur.
  • Teksturnya encer atau sedikit kental dan lengket.
  • Tidak menimbulkan bau, gatal maupun nyeri.
  • Bisa berubah menjadi putih pekat atau sedikit kecoklatan jika mendekati waktu haid.

Ciri Keputihan Tidak Normal

Sedangkan untuk ciri keputihan tidak normal ditandai dengan :

  • Menimbulkan bau yang menyengat seperti bau busuk atau amis.
  • Volume nya meningkat secara drastis dari biasanya.
  • Biasanya berwarna kuning, kehijauan, keabuaan dengan tekstur yang kental atau bahkan menggumpal.
  • Terasa gatal atau nyeri pada area vagina.
  • Vagina dan Vulva terlihat kemerahan dan bengkak.

Keputihan yang tidak normal bisa menandakan bahwa ada beberapa penyakit yang menyebabkannya yaitu:

  • Kanker serviks
  • Infeksi jamur, parasit atau bakteri pada vagina.
  • Penyakit kelamin yang menular.
  • Serta bisa terjadi karena radang panggul.

Lalu, Adakah Hubungan Haid Tidak Normal Dan Warna Keputihan?

Ya, jawabannya ada. Sebab, warna keputihan yang tidak normal bisa menandakan adanya suatu penyakit yang di derita. Kemudian, untuk haid tidak normal juga menandakan adanya penyakit yang di derita atau karena adanya efek dari obat – obatan yang di konsumsi.

Nah, itulah sedikit penjelasan mengenai keputihan wanita dan hubungannya dengan haid yang tidak normal.

Jika anda ingin berkonsultasi lebih lanjut. Chat langsung saja ya. Sebab, disini kami berikan solusi tepat untuk mengatasinya secara cepat dan aman.

Perbedaan Warna Keputihan Normal Dan Tidak Normal

Ketahui Perbedaan Warna Keputihan Normal Dan Tidak Normal. Ternyata seperti ini penjelasannya.

Keputihan atau dalam bahasa lainnya Vaginal Discharge merupakan sebuah kondisi dimana keluarnya cairan tubuh melalui vagina. Hal ini merupakan proses alami yang dialami wanita ketika terjadi perubahan pada masa siklus menstruasi. Biasanya cairan yang keluar itu kental dan juga lengket pada seluruh siklus. Namun, saat terjadi ovulasi cairannya berwarna bening dan lebih encer.

Bagaimana Mengetahui Perbedaan Warna Keputihan Normal Dan Tidak Normal

Biasanya wanita yang mengalami keputihan merasa tidak nyaman dan sedikit was-was karena takut menyebabkan masalah lain pada kesehatan kewanitaan. Namun, perlu anda ketahui bahwa keputihan bukanlah penyakit melainkan merupakan sebuah gejala yang menandai adanya suatu penyakit.

Dikutip langsung dari laman hellosehat.com ada 3 penyebab utama pada keputihan yang tidak normal, yaitu sebagai berikut :

  1. Terjadinya Infeksi Yang Diakibatkan Oleh Golongan Bakteri. Gardnerella vaginalis merupakan jenis bakteri anaerob yang tidak membutuhkan oksigen untuk hidup. Nah, dalam kasus keputihan tidak normal yang di akibatkan oleh bakteri ini ialah sekitar 23.6%.
  2. Diakibatkan Oleh Jamur. Jamur yang sering menyerang organ tubuh yang dilapisi mukosa ialah Candida Albicans. Nah, dalam kasus keputihan yang tidak normal diakibatkan oleh jamur ini merupakan yang paling tinggi diantara jenis infeksi lainnya, yaitu sekitar 15-42%. Dan keputihan ini meningkat kasusnya pada wanita hamil.
  3. Golongan Parasit yang terkenal dengan Trikomonas vaginalis yang menyebabkan keputihan tidak normal sekitar 5,1-20%.

Itulah 3 penyebab yang bisa membuat keputihan menjadi tidak normal.

Sekilas Menganai Keputihan!

Jika seorang wanita mengalami keputihan, itu memang wajar terjadi karena beberapa faktor seperti stress, kehamilan atau aktivitas seksual.

Tapi, waspadalah jika keputihan yang anda alami itu merupakan keputihan patologis ( tidak normal ). Keputihan patologis ini ditandai dengan warna, konsistensi, volume dan juga bau yang tidak wajar.

Keputihan patologis ini diakibatkan oleh 2 jenis yaitu yang infeksi dan non-infeksi.

Penyebab patologis non-infeksi ialah berkaitan dengan adanya benda asing yang masuk seperti kontrasepsi spiral maupun penyakit lain seperti kanker serviks.

Sedangkan keputihan patologis infeksi diakibatkan oleh adanya bakteri, jamur, maupun parasit.

Lalu Bagaimana Cara Anda Mengetahui Keputihan Normal Dan Tidak Normal?

Berikut ini beberapa hal yang bisa anda perhatikan untuk memastikan keputihan yang anda alami itu normal atau bahkan tidak normal.

Perhatikanlah Kondisi Keputihan

Cek kondisi cairan vagina anda jika terinfeksi bakteri biasanya berwarna putih hingga keabuan dan homogen. Dengan volume yang banyak dan juga lengket. Sehingga mudah menempel pada pakaian dalam anda.

Jika terinfeksi jamur, maka tekstur keputihan anda akan menjadi lebih kental seperti keju atau gumpalan susu. Warnanya seperti putih kekuningan, volume nya pada awal itu sedikit, namun jika bertambah parah maka akan menjadi lebih banyak.

Sedangkan jika terinfeksi parasit warnanya agak lebih berbeda yaitu kuning kehijauan, volumenya bertambah setiap harinya, lengket dan terkadang terlihat ada buih di keputihannya.

Bau Keputihan Yang Berbeda

Keputihan normal pada dasarnya tidak berbau, namun untuk keputihan patologis akan menimbulkan bau yang khas.

Infeksi bakteri : keputihannya berbau amis

Infeksi jamur : bau khas namun terkadang tidak mengeluarkan bau.

Infeksi parasit : baunya seperti bau busuk.

Perhatikan Gejala Penyerta Keputihan

Jika keputihan yang dialami akibat infeksi bakteri maka rasa yang sering dirasakan ialah gatal di area vagina dan sering di garuk hingga lecet.

Jika diakibatkan jamur, maka akan ada rasa panas yang mendominasi di vagina.

Sedangkan akibat parasit ialah nyeri saat buang air, serta bisa juga merasa sakit pada saat hubungan seksual.

Nah, itulah beberapa penjelasan mengenai keputihan pada wanita. Semoga dapat membantu anda dalam mendapatkan informasinya.

Untuk konsultasi masalah kewanitaan, anda juga bisa langsung menghubungi kami dengan cara klik tombol dibawah ini.

Ada yang mau ditanyakan?
Informasi Produk Tiens Lengkap di WhatsAppKirim Chat
+ +