Anda khususnya wanita, bagaimana rentang siklus haid Anda? Apakah masa haid yang lebih dari 2 minggu itu berbahaya? Selengkapnya disini.

Apakah masa haid yang lebih dari 2 minggu itu berbahaya

Setiap wanita di muka bumi ini takkan luput untuk mengalami siklus haid atau menstruasi. Siklus ini penting karena haid atau menstruasi adalah proses keluarnya darah kotor, dan umumnya terjadi setiap 21-35 hari sekali.

Biasanya masa haid yang normalnya dialami adalah dari 3-7 hari. Ada juga yang 10 hari, namun ada juga yang lebih dari 10 hari. Tetapi apakah masa haid yang lebih dari 10 haid itu wajar? Atau justru akan membahayakan? Mari kita ulas selengkapnya.

Apakah masa haid yang lebih dari 2 minggu itu berbahaya?

Berbahaya atau tidaknya, dapat Anda ketahui dari penyebab mengapa masa haid lebih dari 10 hari, berikut ini ulasannya dilansir dari tempo.co

1. Menorrhagia

Apakah masa haid yang lebih dari 2 minggu itu berbahaya

Haid terus-menerus atau lebih dari 2 minggu dapat dikategorikan sebagai kondisi menorrhagia, yaitu kondisi di mana darah menstruasi keluar dalam jumlah yang banyak, tidak wajar, dan berlangsung lama.

Seseorang dianggap mengalami menorrhagia apabila kehilangan darah lebih dari 80 mL dalam satu siklus menstruasi yang berlangsung lebih dari 7 hari. Sedangkan, jumlah normal hilangnya darah dalam menstruasi adalah sekitar 30-40 mL dan berlangsung selama 4-5 hari.

2. Memasuki masa menopause

Jika Anda mengalami haid lebih dari 2 minggu di usia 40 tahun keatas, berarti Anda telah memasuki masa menopause. Hal ini terjadi karena di masa ini perubahan hormon di tubuh yang sangat drastis.

3. Polip rahim

Polip adalah pertumbuhan abnormal jaringan yang dapat terjadi pada organ apa pun, termasuk rahim. Ketika ada polip di rahim, wanita mungkin mengalami flek sebelum dan setelah menstruasi, yang mungkin membuat menstruasi jadi lebih lama. Bercak juga bisa muncul di antara periode menstruasi. Polip biasanya jinak, tetapi dalam beberapa kasus dapat beresiko kanker. Sebaiknya periksakan diri ke dokter.

4. Kista ovarium

Kista ovarium sering terjadi, dan dapat menyebabkan perdarahan menstruasi yang lama dan tidak teratur, menurut Center of Menstrual Disorders and Reproductive Choice. Namun, Anda tidak perlu panik. Sebagian besar kista jinak dan jarang bersifat kanker, hanya saja jika ukurannya besar dapat mengganggu aliran darah menstruasi Anda.

Kista biasanya menghilang sendiri, tetapi sebaiknya berkonsultasi ke dokter untuk meyakinkan bahwa kista Anda jinak. Jika ada lebih dari satu kista, Anda mungkin menderita Polycistic Ovarian Syndrome (PCOS). Menurut Mayo Clinic, gangguan sistem endokrin ini dapat menyebabkan menstruasi lebih berat dan tidak teratur. PCOS dapat menyebabkan infertilitas, jadi sebaiknya diobati sejak dini.

Demikianlah 4 penyebab utama mengapa masa haid lebih dari 2 minggu atau terus menerus. Jika kondisi haid Anda termasuk kedalam 4 penyebab diatas, sebaiknya berkonsultasi ke dokter agar mendapat penanganan lebih lanjut. Salam sehat Tiens!